Category Archives: News

Musyawarah Daerah – IAI Banten

 

  • poster MUSDA 5 bw

P e n d a h u l u a n
Saat ini Provinsi Banten sedang mengalami pembangunan
di segala bidang termasuk juga dalam bidang konstruksi bangunan.
IAI Banten sebagai asosiasi yang menaungi para arsitek
di wilayah Banten harus mampu merespon
guna tercipta pembangunan yang berkesinambungan.
Mengingat kepengurusan IAI Banten periode 2013-2016
telah selesai masa jabatannya, maka saat ini perlu diadakan Musyawarah Daerah
guna memilih kepengurusan baru masa bhakti 2016-2019
untuk merumuskan berbagai langkah kedepan.

M a k s u d   d a n   T u j u a n
Memilih ketua beserta perangkatnya selaku pengurus IAI Banten
Media silahturahmi Antar anggota IAI Banten
Mencari Solusi terbaik demi kemajuan pembangunan Provinsi Banten

 

W a k t u  d a n  T e m p a t

Hari / tanggal           : Rabu-Minggu/ 25-29 Mei 2016

Tempat                      : ICE BSD, Serpong, Banten

in collaboration with Debindo – Indobuildtech

 

R a n g k a i a n   A c a r a

  • Gelar Karya Arsitektur

Rabu-Minggu | 25-29 Mei 2016 | 10.00 AM

  • Penataran Strata 1 dan 2

Rabu  / 25  Mei 2016 | 08.00 AM

  • Pentaran Strata 3 dan 4

Kamis / 26 Mei 2016 | 08.00 AM

  • Penataran Kode etik

Jumat | 27 Mei 2016 | 08.00 AM

  • Program Percepatan SKA

Jumat | 27 Mei 2016 | 14.00 AM

  • Pemilihan Ketua IAI Banten periode 2016-2020

Sabtu | 28 Mei 2016 | 10.00 AM

  • Dan Acara lainnya

 

B I a y a

  • Pendaftaran Anggota baru : Rp.900.000,-
  • Perpanjangan Anggota : Rp.300.000,- (anggota Biasa)

Rp.500.000,- (anggota Profesional)

*) Pemutihan iuran anggota ;

bagi anggota yang tidak aktif selama 5 tahun akan diwajibkan membayar Rp.300.000,-

sedangkan bagi anggota yang tidak aktif lebih dari 5 tahun maka akan diwajibkan membayar Rp.600.000,-

  • Penataran Strata : Rp.350.000,-/Strata
  • Penataran Kode Etik : Rp.250.000,-
  • Pengurusan SKA Muda : Rp.1.950.000,-
  • Pengurusan SKA Madya : Rp.2.700.000,-

Paket Pembayaran.

Pendaftaran anggota baru + Kode etik Rp.1.150.000,-

calon anggota dengan kelulusan tahun 2015/16, maka cukup membayar Rp.950.000,-

Pendaftaran anggota baru + Kode etik + Penataran Strata 1&2 Rp.1.600.000,-

calon anggota dengan kelulusan tahun 2015/16, maka cukup membayar Rp.1.400.000,-

Pendaftaran anggota baru + Kode etik + Penataran strata 1-4 Rp.1.650.000,-

bagi calon anggota dengan kelulusan tahun 2015/16, maka cukup membayar Rp.950.000,-

Penataran Kode Etik+Penataran strata 1&2 Rp.700.000,-

Penataran Kode Etik+Penataran strata 1-4 Rp.750.000,-

Penataran strata 1&2 Rp.500.000,-

Penataran strata 1-4 Rp.600.000,-

 

Gelar Karya Arsitektur (in collaboration with Debindo – Indobuildtech)

Per-Panel Karya A1  Rp.350.000,-

 

 

info | Laras | 082225087101

Regristrasi | iai.banten@yahoo.co.id

Penjaringan Bakal Calon Ketum IAI

Kepada                                                                                      

Anggota IAI Banten

Di Tempat

 

Dengan Hormat,

 

Sehubungan dengan adanya Musyawarah Nasional IAI yang akan dilaksanakan pada 17-19 September 2015 di Medan – Sumatra Utara, maka kami selaku Panitia Pemilihan (Panlih) IAI Daerah Banten, menyampaikan bahwa akan diadakan Tahap Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum daerah Banten. Dimohon untuk mengisi Formulir Pengajuan Bakal Calon Ketua Umum IAI  yang telah kami lampirkan, dengan nama balon yang ingin saudara/i ajukan. Formulir tersebut harus dikembalikan selambat-lambatnya pada tanggal 18 Mei 2015. Setelah itu, Panlih Daerah akan menyeleksi dan menetapkan nama balon yang akan diseleksi oleh Panlih Nasional. Pengembalian formulir dapat dilakukan melalui:

  1. Via Email (scan) ke libradi_d@yahoo.com
  2. Via Whatsapp (foto) 0818668595
  3. Via Pos ke JL.Camar 20/BL-31, Bintaro Jaya Sektor 3, Tangsel 15221

 

Di samping itu, kami juga menghimbau kepada para anggota yang belum melunasi Iuran Tahunan Anggota dimohon untuk segera melunasi iuran tersebut sebagai salah satu syarat agar dapat mengikuti pemilihan Ketua Umum IAI Nasional.

Untuk pelunasan iuran dan informasi lebih lanjut, saudara/i dapat menghubungi Libradi Dwiputranto (0818668595). Demikan yang dapat kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan partisipasinya dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum IAI periode 2015-2018 ini.

 

formulir :

Microsoft Word - 003.Balon IAI

 

IAI Banten – Vadhyaswasti Design Forum

2)  Standar LOGO PP Constr & Invest

 

 

 

 

LATAR BELAKANG

Arsitektur merupakan perpaduan antara Seni dan Teknologi, dimana keduanya selalu mengalami perubahan, kemajuan dan pengembangan.

Agar dapat menjamin kompetensi secara terus menerus, para arsitek dan Mahasiswa calon Arsitek diwajibkan melakukan proses belajar seumur hidup  untuk menjaga, memelihara, meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilan. Hal ini menjadi sangat penting agar Arsitek Indonesia jangan sampai terbelakang dalam teknologi mutakhir, metoda praktek dan masalah-masalah sosial serta ekologi yang terbaru demi menjaga kepentingan masyarakat umum.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini didukung oleh Program Union International Architect (UIA) sebagai suatu bagian tanggung jawab kepada setiap anggota dan dikaitkan berupa pedoman rekomendasi diantara semua bangsa untuk memberikan fasilitas resiprositas.

Karenanya IAI sebagai anggota dari UIA mewajibkan anggotanya yang berkualifikasi Profesioanal untuk mengikuti Program PKB yang menjadi syarat untuk perpanjangan Registrasi Sertifikat Keahlian.

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Banten bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vadhyaswasti mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk berani menerima ide baru dan berlomba untuk menyerap ilmu dari praktisi arsitek yang sudah mahir dibidangnya. Ajakan tersebut dikemas dalam  presentasi proyek yang telah dengan tema berbeda dan menarik setiap bulannya.

Acara ini disebut dengan IAI-Vadhyaswasti Design Forum. Konsep acara ini adalah memberikan diskusi terbuka sesama professional arsitek dan dengan mahasiswa bersama narasumber praktisi yang sudah berpengalaman di bidang dunia arsitektur. Diharapkan dengan adanya acara ini, para professional dan mahasiswa dapat menjadi semakin kreatif dan semakin berkembang siap menghadapi pasar bebas MEA 2015.

 

TUJUAN DAN SASARAN

Mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan dasar arsitek professional dan memberikangambaran dunia prasktis kepada Mahasiswa.

Meningkatkan penguasaan arsitek pada pengetahuan dan ketrampilan baru seiring kemajuan teknologi ilmu pengetahuan.

Meningkatkan tanggung jawab arsitek pada profesinya sebagai penyedia jasa pada masyarakat

Menempatkan arsitek profesional Indonesia dalam tingkat kompetensi yang diakui secara internasional.

 

 

 

WAKTU DAN LOKASI

IAI-Vadhyaswasti Design Forum akan dilaksanakan setiap hari Rabu minggu kedua setiap bulannya. Lokasi acara tersebut rencannya yang akan dipilih adalah di Studio-studio Konsultan yang berada di sekitar Tangerang Selatan atau di proyek2 arsitektur yang sedang progress pembangunan  atau area – area public di Tangerang Selatan

Jadwal IAI-Vadhyaswasti Design Forum

date Topics Presenter
15-Apr-15 Public Facilities design Sandhy Sihotang, ST. M.Arch. Architect at Airmas Asri consultant. Jakarta
13-May-15 Office Tower Design Deni Desvianto, ST. IAIProject Director PDW Consultant. Jakarta
10-Jun-15 Award Winning, Tips And Trick Libradi Dwiputranto, IAIArchitect at Blue Antz Consultant. jakarta
8 -Jul-15 Borderless Architect Syarief. RS. M.ArchPrincipal at WOW Consultant. Singapore
12-Aug-15 Project Manangement Dedi Agus Indra. S. MScEngineer Energy Indonesia
9-Sep-15 Safe Building Code Prof. Manlian Ronald.A.S. ST.MT.IAI Head Program Magister Civil UPH
14-Oct-15 Urban Settlement Fihir .S.A. MSc. IAIPublic Works and Housing
11-Nov-15 Architecture and Cinematography Ujang Sutawijaya, IAI Film Maker/Owner Archinema
16-Dec-15 Critical Theory Architecture Ratu Arum . ST. MSc.IAILecture at Unindra and UI

 

Ketua IAI BANTEN                     : Mukoddas Syuhada, ST. MT. IAI

Koordinator Mahasiswa-

Ka Vadhyaswasti                          : Panji. Hidayatullah.

Sekretaris                                           : Dian Eka Pertiwi, ST

Bendahara                                         : Ir Haryeni Bahar.

Bidang Sistem Informasi

Arsitektur+Publikasi                  : Leonardo, ST

Bidang Keprofesian,                   : Ratu Arum. K. MSc. IAI

Acara                                                   : Libradi Dwiputranto,ST.  IAI

Zakie Muttaqien IAI

 

KONFIRMASI KEHADIRAN  :    LIBRADI D PUTRANTO – 0818 668 595

LEBAK SIBEDUG

oleh : Arum K

Banten seakan memiliki kekayaan alam dan budaya yang tiada habisnya, kekayaan yang masih tersimpan dan belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Salah satu dari kekayaan budaya Banten tersebut adalah Lebak Sibeduk, susunan batu menyerupai stepping pyramid yang di Indonesia lebih dikenal sebagai punden berundak. Kali ini, saya akan berbagi cerita tentang perjalanan ke Lebak Sibedug, yang mungkin tidak akan pernah terjadi bila tidak diundang oleh Tim Arkeologi Nasional yang kebetulan sedang melakukan penelitian dan pendataan situs-situs punden berundak di Banten dan Jawa Barat.

Lebak Sibedug terletak di kampung Cibedug, bagian dari desa Citorek, Kabupaten Lebak, dan termasuk area Taman Nasional Gunung Halimun. Untuk mencapai daerah ini, jalur yang paling nyaman adalah dari arah Rangkasbitung, berkendara selama kurang lebih tiga jam ke arah selatan melalui Cipanas, sebelum akhirnya tiba di desa Citorek. Selanjutnya, perjalanan dapat diteruskan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih delapan kilometer dengan medan yang menanjak. Saat itu saya menempuhnya dalam waktu empat jam dengan banyak sekali istirahat, gabungan antara lelah dan kagum dengan indahnya saujana. Untuk alternatif lain, bisa juga menggunakan ojek dengan biaya 75.000 sekali jalan (biaya tahun 2013), cocok untuk yang suka uji nyali karena medan yang berbatu dan menanjak curam.

LS_1 (Small)

Menuju Citorek

LS_2 (Small)

Kampung di tengah Taman Nasional Gunung Halimun

LS_3 (Small)

Batas Citorek

Situs ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tatanan masyarakat yang menyebut dirinya Kasepuhan Banten Kidul, suku yang masih kalah populer dengan tetangganya yaitu Suku Baduy. Suku yang sudah menganut ajaran Islam, tapi masih lekat mempertahankan kebudayaan Sunda dengan falsafah hidup utama yang mereka sebut sebagai Tri tangtu, atau tiga yang benar.  Kepercayaan yang tercermin pada tatanan masyarakat dan kehidupan keseharian mereka, termasuk juga dalam pola pembagian tugas dan wewenang di tengah pemuka adat mereka. Dengan dipimpin oleh pemuka adat yang disebut sebagai kasepuh dan kakolot, masyarakat Kasepuhan Banten Kidul hingga sekarang masih memanfaatkan situs Lebak Sibedug sebagai ruang sakral mereka, tempat dilakukannya upacara-upacara penting seperti sebelum dimulainya masa menanam padi dan saat mereka panen, termasuk juga masih memberlakukan hari pantang untuk masuk ke kawasan situs yaitu tiap hari selasa dan sabtu.

Berdasarkan hasil penilaian sementara dari tim Arkenas, dikatakan bahwa kemungkinan besar situs ini telah dibangun sejak 500 tahun sebelum masehi atau lebih awal lagi. Pengetahuan saya yang masih sangat terbatas tentang budaya dan arsitektur Sunda, mungkin menjadi sangat lemah untuk dijadikan referensi berdasarkan tulisan ini, tetapi rasa ingin tahu yang kuat yang membuat saya mencoba menelusuri Kampung Cibedug di luar area situs itu sendiri. Dari hasil berjalan keliling kampung yang terletak tepat di sisi barat situs, saya mendapati beberapa informasi yang menarik. Situs dan kampung menempati kawasan yang merupakan gugusan bukit, di mana situs menempati bukit di sisi timur dengan pintu masuk dari sisi barat yang berhadapan langsung dengan bukit dimana perkampungan penduduk dibangun. Sementara di sisi utara, membentang lahan persawahan dengan satu bukit kecil yang digunakan sebagai area pemakaman. Di sisi selatan, kembali dibatasi dengan satu bukit yang menjadi batas antara kampung Cibedug dengan kampung sebelahnya. Di tiap-tiap bukit ini terdapat tegakan batu menhir yang disebut tukuh sebagai penanda. Di bukit yang terletak di barat tempat perkampungan dibangun, tukuh terletak persis di sisi kanan rumah Kasepuh, berupa tegakan batu menhir yang terletak di dalam pagar yang di dalamnya dilengkapi dengan tanaman hanjuang, bangle, dan tanaman lain yang erat kaitannya dengan penolak bala sesuai kepercayaan mereka.

LS_4 (Small)

Kampung Cibedug

LS_5 (Small)

Bukit kecil di utara sebagai tempat peristirahatan terakhir

LS_6 (Small)

Tukuh di samping rumah Kasepuh

LS_7 (Small)

Tukuh di sisi selatan kampung

 

Untuk kawasan situs sendiri, menempati bukit di sisi timur, yang dikelilingi oleh dua anak sungai yang kemudian bertemu di kaki bukit. Tempat pertemuan ke dua anak sungai tersebut, kemudian dijadikan sumur tempat mengambil air suci yang akan digunakan dalam setiap upacara. Untuk mencapai situs, harus menaiki gugusan anak tangga yang akan mengantar ke pelataran pertama, selanjutnya kita masih harus mendaki beberapa anak tangga untuk mencapai pelataran ke dua, pelataran yang cukup luas dengan beberapa gugusan konfigurasi batu yang menandai suatu ruang. Mungkin saja dulu ada tegakan bangunan berdiri di sana, atau mungkin hanya berupa batas yang menandai satu kegiatan tertentu.

LS_8 (Small)

Gugusan batu di pelataran ke dua, bangunan bambu di sisi kanan adalah tempat tegakan empat buah menhir tempat dilakukannya upacara adat.

 

Situs yang terdiri dari beberapa tingkat, adalah bukit yang dibentuk dengan menyusun dan menancapkan bebatuan di punggungnya sehingga terbentuk menjadi bertingkat-tingkat. Batu yang disusun kemungkinan besar berasal dari sungai yang mengitari bukit, ukurannya dan bentuknya beragam, hanya dibagian sisi-sisi tertentu terdapat batu yang sepertinya dibentuk khusus menjadi lurus memanjang. Lereng yang terdapat di sisi kiri dan kanan punden menjelaskan bahwa kemungkinan besar pembangunannya dengan mengangkat atau menggelindingkan batu di lereng landai menyerupai ramp tersebut hingga ke puncak. Teknologi sederhana dengan pengetahuan tepat guna dari masyarakat masa itu.

LS_9 (Small)

Batu yang mengeluarkan suara menyerupai beduk setiap menjelang Ramadhan tiba yang menjadi asal muasal nama kampung Cibedug

LS_10 (Small)

Puncak Punden dari pelataran ke empat

 

Banyak cerita yang belum terungkap dari perjalanan yang hanya dua malam ke situs ini, tetapi keramahan dari para sesepuh kampung dan warga, seakan menjadi undangan untuk kembali lagi ke sini. Mungkin dalam waktu dekat, tim penjelajah IAI Banten yang akan khusus datang dan menggali lebih dalam kekayaan arsitektur dan budaya Banten, khususnya yang berada di Kasepuhan Banten Kidul.

LS_11 (Small)

Pagi Belanja

LS_12 (Small)

Berangkat Sekolah
LS_13 (Small)
Pagi di Cibedug
LS_14 (Small)
Kaki Lumbung

LS_15 (Small)
Pak Jurna, sang kakolot ‘the living historian’
LS_16 (Small)
Cibedug kala senja
LS_17 (Small)
Inspirasi bambu