Category Archives: Uncategorized

Penjaringan Bakal Calon Ketum IAI

Kepada                                                                                      

Anggota IAI Banten

Di Tempat

 

Dengan Hormat,

 

Sehubungan dengan adanya Musyawarah Nasional IAI yang akan dilaksanakan pada 17-19 September 2015 di Medan – Sumatra Utara, maka kami selaku Panitia Pemilihan (Panlih) IAI Daerah Banten, menyampaikan bahwa akan diadakan Tahap Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum daerah Banten. Dimohon untuk mengisi Formulir Pengajuan Bakal Calon Ketua Umum IAI  yang telah kami lampirkan, dengan nama balon yang ingin saudara/i ajukan. Formulir tersebut harus dikembalikan selambat-lambatnya pada tanggal 18 Mei 2015. Setelah itu, Panlih Daerah akan menyeleksi dan menetapkan nama balon yang akan diseleksi oleh Panlih Nasional. Pengembalian formulir dapat dilakukan melalui:

  1. Via Email (scan) ke libradi_d@yahoo.com
  2. Via Whatsapp (foto) 0818668595
  3. Via Pos ke JL.Camar 20/BL-31, Bintaro Jaya Sektor 3, Tangsel 15221

 

Di samping itu, kami juga menghimbau kepada para anggota yang belum melunasi Iuran Tahunan Anggota dimohon untuk segera melunasi iuran tersebut sebagai salah satu syarat agar dapat mengikuti pemilihan Ketua Umum IAI Nasional.

Untuk pelunasan iuran dan informasi lebih lanjut, saudara/i dapat menghubungi Libradi Dwiputranto (0818668595). Demikan yang dapat kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan partisipasinya dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum IAI periode 2015-2018 ini.

 

formulir :

Microsoft Word - 003.Balon IAI

 

UNDANG-UNDANG TENTANG ARSITEK Mengapa diperlukan?

Latar Belakang

 Pembangunan manusia seutuhnya, telah menjadi salah satu tujuan utama bangsa Indonesia untuk memperkuat sektor sumber daya manusia (SDM) sebagai kekuatan utama mencapai keberhasilan dalam membangun dan mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain di dunia. Salah satu kendala yang masih belum maksimal dilakukan oleh bangsa ini adalah memberikan pengakuan peran dan kesempatan kepada berbagai profesi keahlian yang telah tumbuh berkembang di dalam negeri agar memiliki kemampuan daya saing.  Keahlian di bidang jasa konstruksi yang antara lain terdapat profesi Arsitek sebagai salah satu potensi bangsa, diharapkan dapat memberi manfaat dalam melakukan pembangunan infra struktur, bangunan gedung dan lingkungan binaannya,  pemanfaatan fungsi penataan ruang dan pelestarian sumber daya alam, serta perlindungan terhadap budaya Indonesia, untuk meningkatkan harkat dan martabat kehidupan umat manusia yang lebih berkualitas, sesuai dengan cita-cita nasional mencapai masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

 

Arsitek merupakan profesi yang sangat spesifik, karena dalam melakukan praktik arsitektur harus mampu menangkap suatu pesan atau keinginan dari pengguna jasanya untuk diwujudkan menjadi suatu karya berupa bangunan gedung beserta lingkungan binaan di sekitarnya yang fungsional dan indah. Menciptakan dari yang tidak ada sebelumnya menjadi ada. Suatu keahlian yang tidak mudah dilakukan oleh semua orang tanpa dasar pendidikan dan pengalaman. Arsitek dalam melakukan profesinya selain harus melayani keinginan pengguna jasanya, juga harus memperhatikan kondisi sekitar tempat pekerjaan arsitektur tersebut akan dibangun; apakah tidak merugikan manusia lain atau lingkungan hidup lainnya termasuk potensi sumber daya alam maupun akar kearifan budaya lokal yang harus dilestarikan. Karena hanya keahlian Arsiteklah yang dianggap mampu melakukan hal tersebut di atas, untuk menjadikan karya-karya arsitektur lebih baik dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Oleh karenanya keahlian di bidang arsitektur senantiasa menjadi ujung tombak suatu proses pembangunan, dan memiliki    peran sangat penting dan menuntut peningkatan agar mampu menghadapi perubahaan strategis dunia yang akan terus terjadi.  

 

            Di Indonesia, peran keahlian di bidang kearsitekturan telah ada sejak zaman pra-sejarah yang ditunjukkan dengan  hasil karya ‘adiluhung’ peninggalan para arsitek tradisional seperti situs candi-candi dan berbagai bangunan tradisional dan kawasan bersejarah. Kemudian menyusul era pembangunan gedung serta penataan kota modern yang dibawa oleh Arsitek di masa kolonial Belanda.  Keberadaan Arsitek dan keinsinyuran Indonesia sendiri baru dikenal sekitar tahun 1950-an, ketika perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB) meluluskan beberapa sarjananya yang pertama, dan diikuti dengan berdirinya  bebrapa organisasi keprofesian yang mengorganisasikan kegiatan profesi Arsitek dan keinsinyuran. Tumbuhnya keahlian ini kemudian diikuti dengan lahirnya sejumlah keahlian terkait lainnya yang lebih bersifat spesialisasi.

 

Kini peran profesi tersebut di Indonesia telah banyak mewarnai pembangunan fisik di negeri ini dan keilmuannya pun berkembang pesat. Tidak sedikit karya ahli Indonesia turut berlaga di manca negara dan  tidak kalah dari karya bangsa lain, sehingga banyak penghargaan telah diperoleh sebagai bentuk pengakuan dunia internasional pada kemampuan putra-putra Indonesia. Kegiatan keahlian ini tidak hanya dinikmati oleh kalangan masyarakat mampu saja, tetapi telah merambah dalam membantu memfasilitasi pembangunan bagi masyarakat kurang mampu di lingkungan daerah kumuh, serta fasilitas perumahan dan permukiman korban bencana alam. Meningkatnya apresiasi masyarakat pada perkembangan keahlian  merupakan hal positif yang kian tumbuh menjadi andalan untuk melakukan pembangunan ekonomi melalui pembangunan sarana dan prasana yang semakin memadai.

 

Belum memadainya peraturan perundang-undangan tentang profesi yang mencakup sampai kepada pelaku pembangunan di bidang Jasa Konstruksi (arsitek dan keinsinyuran) menyebabkan pertumbuhan pembangunan yang pesat masih disertai dengan adanya perilaku kurang terpuji sejumlah oknum dan badan usaha yang memanfaatkan kelemahan peraturan yang ada. Tidak sedikit hasil pembangunan telah merugikan masyarakat, lingkungan dan pengguna jasa, bahkan kadang sampai menghilangkan situs bangunan dan lingkungan bersejarah yang seharusnya dipelihara sebagai cagar budaya. Seiring dengan pesatnya kesempatan membangun, penyimpangan yang dilakukan oleh oknum ahli atau yang mengaku ahli makin tidak terkendali dan berpotensi meluas, yang semua itu tidak bisa hanya diatur oleh peraturan suatu organisasi yang tidak dapat menjangkau pihak-pihak lain.

 

Harus diakui bahwa  peran Arsitek bersama keahlian terkait lainnya telah terbukti memiliki andil dalam memberi hasil pembangunan di berbagai perkotaan dan pelosok daerah menjadi lebih maju, sehingga sudah selayaknya pula profesi Arsitek juga harus bisa lebih tersebar keseluruh daerah dan mendapatkan pengakuan dalam bentuk konstitusi negara sebagaimana peran profesi lainnya seperti dokter, advokat, akuntan, notaris, dosen dan guru, agar bisa menghasilkan karya-karya yang lebih bermanfaat bagi pengguna jasa serta lingkungan binaannya.

 

Untuk membantu mengejar ketertinggalan pembangunan nasional dan penyebarannyayang lebih merata dan lebih terencana dengan hasil yang betul-betul mampu memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi umat manusia sesuai dengan karakteristik Indonesia, kita perlu segera memiliki undang-undang keprofesian tentang Arsitek (dan keinsinyuran) sebagaimana yang telah dimiliki oleh semua negara. Sebuah undang-undang yang mengarahkan penyelenggaraan pembangunan bisa dilakukan secara lebih tertib, lebih profesional dan dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pelaku pembangunan yang terlibat, termasuk Arsitek dari dalam negeri maupun dari negara lain yang berpraktik arsitektur di Indonesia.

 

 Maksud Dan Tujuan

Sebuah gagasan anak bangsa tentang perlunya Undang-Undang (UU) tentang Arsitek dalam mengiringi pembangunan nasional Indonesia yang berkesinambungan. UU Arsitek sebagaimana juga undang-undang tentang keahlian lainnya hadir sebagai suatu persyaratan melengkapi beberapa peraturan perundang-undangan yang telah ada. Dengan mengetahui latar belakang perlunya pengaturan tentang tenaga ahli pembangunan khususnya Arsitek dan penggunaan jasa Arsitek sebagaimana yang telah dimiliki oleh negara lain, diharapkan semua pihak dapat lebih mudah mencerna manfaat keberadaan undang-undang ini bagi kepentingan pembangunan yang diharapkan menyejahterakan kehidupan masyarakat luas..

 

UU tentang Arsitek secara nasional bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada Arsitek dalam melakukan praktik arsitektur, dan bagi masyarakat untuk mendapatkan hasil pembangunan yang lebih tertib, lebih baik dan dipertanggungjawabkan  secara profesional serta dalam rangka mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. UU ini juga untuk meningkatkan kualitas keahlian Arsitek Indonesia agar memiliki kemampuan daya saing menghadapi persaingan global dalam memanfaatkan penataan ruang nusantara, sumber daya alam, lingkungan hidup, serta nilai-nilai kearifan  budaya lokal. Di sisi lain SDM Arsitek dalam berpraktik arsitektur akan lebih tersebar ke seluruh pelosok daerah, sehingga pembangunan nasional yang merata dengan hasil yang baik akan menjadi perekat kebhinekaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 APA SIAPA  _ ARSITEK + ARSITEKTUR?

  1. Arsitek adalah seorang ahli yang dinyatakan kompeten di bidang arsitektur.
  2. Arsitektur adalah wujud hasil perencanaan dan perancangan di bidang jasa konstruksi meliputi tata ruang, tata bangunan dan lingkungan, yang memenuhi kaidah fungsi, konstruksi dan estetika mencakup faktor keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan.
  3. Praktik arsitektur adalah rangkaian kegiatan kerja yang dilakukan Arsitek, orang perseorangan maupun badan usaha di dalam bidang arsitektur.
  4. Kompetensi adalah kemampuan Arsitek melaksanakan pekerjaan atas dasar ilmu pengetahuan, ketrampilan dan keahlian serta sikap kerja.
  5. Sertifikat adalah bukti pengakuan keahlian Arsitek setelah memenuhi persyaratan kompetensi untuk menjalankan praktik arsitektur.
  6. Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap Arsitek.
  7. Lisensi adalah izin bekerja yang diberikan oleh Pemerintah daerah bagi Arsitek yang melakukan praktik arsitektur di wilayahnya
  8. Dewan Arsitek adalah lembaga yang bersifat independen untuk menyelenggarakan undang-undang ini.
  9. Organisasi adalah Ikatan Arsitek Indonesia yang diakui oleh Negara dan komunitas Arsitek internasional sebagai satu organisasi profesi Arsitek.
  10. Badan Sertifikasi adalah penyelenggara sertifikasi yang dibentuk oleh Dewan Arsitek
  11. Badan Pendidikan adalah pembuat ketentuan pendidikan keprofesian arsitek yang dibentuk oleh Dewan Arsitek.
  12. Pengguna Jasa adalah perorangan, instansi, atau kelompok masyarakat yang menggunakan jasa Arsitek untuk melakukan pekerjaan arsitektur dan diikat dalam suatu hubungan kerja.
  13. Badan usaha adalah usaha praktik arsitektur yang dilakukan secara orang perseorangan maupun badan usaha lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  14. Menteri adalah Menteri yang membawahi Departemen yang mengatur dan membina jasa konstruksi.
  15. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dalam hal ini diwakili Kementerian yang bertanggung jawab di sektor Jasa Konstruksi