LG Optimus Life = LG Optimus Me = LG P350

BATIK BANTEN

 

Banten punya batik?. Mungkin begitu yang terlintas di benak banyak orang ketika mendengar tentang batik banten. Memang kerajinan ini belum banyak terdengar dan terlihat penggunaannya di keseharian kita. Tapi ternyata, pada saat mengunjungi pusat kerajinan batik banten, kita disuguhi pemandangan ratusan kain aneka warna dengan motif motif geometris yang sangat menarik.
'showroom-batik.jpg'

Sungguh kebetulan, pada saat berkunjung kesana ,saya berkesempatan untuk bertemu langsung dengan pemilik pusat kerajinan batik banten, Bapak Uke Kurniawan, SE, seorang mantan pejabat Dinas Pekerjaan Umum yang sekarang memfokuskan diri pada pengembangan batik dan ragam hias tradisional banten.

Beliau bercerita mengenai asal muasal dari batik banten. Dimulai di tahun 2002, ketika beliau dan salah seorang arkeolog yang banyak sekali meneliti dan menulis tentang banten, Bpk (alm) Hasan M. Ambary mencoba untuk memperkenalkan ragam hias yang di dapat selama penelitian arkeologi di situs banten lama. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan lebih kurang 75 ragam hias. Untuk lebih memperkenalkan ragam hias tersebut, dipilihlah media batik sebagai sarana yang paling mudah untuk memasyarakat. Sampai sekarang ini, sudah lebih dari 50 ragam hias yang dituangkan dalam bentuk kain batik, bahkan 12 diantaranya telah dipatenkan di tahun 2003.
'sebelum-diwarna.jpg'
Yang sangat menarik, batik banten memiliki tampilan warna yang sangat meriah, gabungan dari warna warna pastel yang berkesan ceria namun juga lembut. Yang menurut Pak Ambhary (Alm), sangat cocok dalam menggambarkan karakter orang banten yang memiliki semangat tinggi, cita-cita tinggi, karakter yang ekspresif namun tetap rendah hati. Dan berdasarkan penjelasan lebih lanjut dari Pak

Uke, paduan warna tersebut ternyata sangat dipengaruhi oleh air tanah, yang dalam proses pencelupan, mereduksi warn

a warna terang menjadi warna pastel karena kandungan yang ada di dalamnya.
'nama-dan-motif.jpg'
Masing masing motif batik tersebut juga diberikan nama nama khusus yang diambil dari nama tempat, bangunan, maupun ruang dari situs Banten Lama dan juga dari nama gelar di masa Kesultanan Banten. Motif yang mengambil nama tempat diantaranya adalah : Pamaranggen (tempat tinggal pembuat keris), Pancaniti (Bangsal tempat Raja menyaksikan prajurit berlatih), Pasepen (Tempat Raja bermeditasi), Pajantren (Tempat tinggal para penenun), Pasulaman (Tempat tinggal pengrajin sulaman), Datulaya (tempat tinggal pangeran), Srimanganti (tempat raja bertatap muka dengan rakyat), Surosowan (Ibukota Kesultanan Banten). Motif yang mengambil nama gelar diantaranya : Sabakingking (gelar dari Sultan Maulana Hasanudin), Kawangsan (berhubungan dengan Pangeran Wangsa), Kapurban (berhubungan dengan gelar Pangeran Purba), Mandalikan (berhubungan dengan Pangeran Mandalika).

Penggunaan batik banten sekarang ini sudah mulai memasyarakat, terutama penggunaan di kota Serang. Beberapa sekolah sekarang ini sudah menggunakan batik banten untuk seragam sekolah, dan bahkan dalam menyambut pelaksanaan MTQ Nasional tanggal 17-24 Juni nanti sedang disiapkan batik banten untuk digunakan seluruh delegasi pada saat hajatan nasional tersebut berlangsung. Selain itu, ragam hias bangunan artifak banten lama yang dijadikan motif batik tersebut kini juga kembali digunakan dalam ragam hias panggung MTQ dan bangunan Masjid Agung di Kawasan Pusat Pemerintahan Propinsi Banten.

Dengan mulai digunakannya batik Banten dalam acara berskala nasional, semoga dapat menjadikan kekayaan ragam hias khas Banten tersebut lebih memasyarakat lagi. Bahkan, bukan tidak mungkin untuk ragam hias tersebut menjadi ciri khas dari Banten yang tidak hanya digunakan pada media kain namun juga pada media lainnya.
'pada-kolom.jpg'

zp8497586rq
 

Related Posts

Dari Gunung, Hutan dan Pantai : Menyusuri Banten Lebih Dekat (DAY 3)
Minggu, 3 Februari 2008 Perjalanan Hari Ketiga Dini hari menjelang subuh, hujan mulai turun membasahi bumi Baduy. Hujan tak seberapa lebat, hanya rinai gerimis menghiasi pagi. Satu demi satu dari anggota rombongan ...
READ MORE
Bertemu dengan Gubernur Banten
Beberapa pengurus Ikatan Arsitek Indonesia – Banten bertemu dengan Gubernur Banten Ibu Ratu Atut . * Bertempat di Gedung Pendopo, diruang kerja Gubernur Banten. ...
READ MORE
Latar Belakang Saat ini Provinsi Banten sedang mengalami pembangunan disegala bidang termasuk juga dalam bidang konstruksi bangunan. IAI Banten sebagai asosiasi yang menaungi para Arsitek diwilayah Banten harus mampu meresponnya guna ...
READ MORE
Sejarah Banten (Bagian 1)
Saduran Bebas dari buku “THE SULTANATE OF BANTEN by Claude Guillot, Hasan M. Ambary and Jacques Dumarçay, Gramedia 1990” ASAL MUASAL Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah dari ...
READ MORE
Dari Gunung, Hutan dan Pantai : Menyusuri Banten Lebih Dekat (DAY 2)
Sabtu, 2 Februari 2008 Perjalanan Hari Kedua Setelah menyelesaikan sarapan pagi, peserta kembali bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Sudah hampir pukul 10.00 pagi ketika rombongan meninggalkan penginapan. Walaupun sebagian besar peserta hanya berbekal ...
READ MORE
Dari Gunung, Hutan dan Pantai : Menyusuri Banten
Bertemu dengan Gubernur Banten
Proposal Rakerda IAI Banten
Sejarah Banten (Bagian 1)
Dari Gunung, Hutan dan Pantai : Menyusuri Banten