SEJARAH BANTEN (BAGIAN 1)

Posted on February 28, 2008 by Arum Kusumawardhani
Filed Under Budaya | 20,848 Views

Saduran Bebas dari buku “THE SULTANATE OF BANTEN by Claude Guillot, Hasan M. Ambary and Jacques Dumarçay, Gramedia 1990”

ASAL MUASAL
peta-banten.jpg
Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah dari bagian terbarat pulau Jawa ini, terutama pada masa sebelum masuknya Islam. Keberadaanya sedikit dihubungkan dengan masa kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya, yang menguasai Selat Sunda, yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Dan juga dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sunda Pajajaran, yang berdiri pada abad ke 14 dengan ibukotanya Pakuan yang berlokasi di dekat kota Bogor sekarang ini. Berdasarkan catatan, Kerajaan ini mempunyai dua pelabuhan utama, Pelabuhan Kalapa, yang sekarang dikenal sebagai Jakarta, dan Pelabuhan Banten.

Dari beberapa data mengenai Banten yang tersisa, dapat diketahui, lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai, melainkan sekitar 10 Kilometer masuk ke daratan, di tepi sungai Cibanten, di bagian selatan dari Kota Serang sekarang ini. Wilayah ini dikenal dengan nama “Banten Girang” atau Banten di atas sungai, nama ini diberikan berdasarkan posisi geografisnya. Kemungkinan besar, kurangnya dokumentasi mengenai Banten, dikarenakan posisi Banten sebagai pelabuhan yang penting dan strategis di Nusantara, baru berlangsung setelah masuknya Dinasti Islam di permulaan abad ke 16.

peta-banten-2.jpg
Peta Lokasi Banten Girang

Penelitian yang dilakukan di lokasi Banten Girang di tahun 1988 pada program Ekskavasi Franco – Indonesia, berhasil menemukan titik terang akan sejarah Banten. Walaupun dengan keterbatasan penelitian, namun banyak bukti baru yang ditemukan. Sekaligus dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten ternyata jauh lebih awal dari perkiraan semula dengan ditemukannya bukti baru bahwa Banten sudah ada di awal abad ke 11 – 12 Masehi. Banten pada masa itu sudah merupakan kawasan pemukiman yang penting yang ditandai dengan telah dikelilingi oleh benteng pertahanan dan didukung oleh berbagai pengrajin mulai dari pembuat kain, keramik, pengrajin besi, tembaga, perhiasan emas dan manik manik kaca. Mata uang logam (koin) sudah digunakan sebagai alat pembayaran, dan hubungan internasional sudah terjalin dengan China, Semenanjung Indochina, dan beberapa kawasan di India.

banten-girang1.jpg
Lokasi Banten Girang
banten-girang2.jpg
Banten Girang : Pertapaan yang diukir di dalam bukit batu

Secara nyata, tidak ada keputusan final yang dapat diambil sebelum penelitian dilakukan lebih lanjut, tapi dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten sudah berlangsung sangat lama dan teori bahwa keberadaannya dimulai pada saat terbentuknya Kerajaan Islam di Banten, tidak lagi dapat dipertahankan.

Bangsa Portugis telah mendokumentasikan keberadaan Banten dan sekitarnya pada awal abad ke 16, kurang lebih 15 tahun sebelum Kerajaan Islam Banten terbentuk.

Setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, bangsa Portugis memulai perdagangan dengan bangsa Sunda. Ketertarikan utama mereka adalah pada Lada yang banyak terdapat di kedua sisi Selat Sunda. Bangsa Cina juga sangat berminat pada jenis rempah rempah ini, dan kapal Jung mereka telah berlayar ke pelabuhan Sunda setiap tahunnya untuk membeli lada. Walaupun Kerajaan Pajajaran masih berdiri, namun kekuasaannya mulai menyusut. Kelemahan ini tidak luput dari perhatian Kerajaan Islam Demak. Beberapa dekade sebelumnya Kerajaan Demak telah menguasai bagian timur pulau Jawa dan pada saat itu bermaksud untuk juga menguasai pelabuhan Sunda. Masyarakat Sunda, memandang serius ekspansi Islam, melihat makin berkembangnya komunitas ulama dan pedagang Islam yang semakin memiliki peranan penting di kota pelabuhan “Hindu”.

Menghadapi ancaman ini, Otoritas Banten, baik atas inisiatifnya sendiri maupun atas seizin Pakuan, memohon kepada bangsa Portugis di Malaka, yang telah berulangkali datang berniaga ke Banten. Di mata otoritas Banten, bangsa Portugis menawarkan perlindungan ganda; bangsa Portugis sangat anti Islam, dan armada lautnya sangat kuat dan menguasai perairan di sekitar Banten. Banten, di sisi lain, dapat menawarkan komoditas lada bagi Portugis. Negosiasi ini di mulai tahun 1521 Masehi.

Tahun 1522 Masehi, Portugis di Malaka, yang sadar akan pentingnya urusan ini, mengirim utusan ke Banten, yang dipimpin oleh Henrique Leme. Perjanjian dibuat antara kedua belah pihak, sebagai ganti dari perlindungan yang diberikan, Portugis akan diberikan akses tak terbatas untuk persediaan lada, dan diperkenankan untuk membangun benteng di pesisir dekat Tangerang. Kemurah hatian yang sangat tinggi ini menggaris bawahi tingginya tingkat kesulitan yang dihadapi Banten. Pemilihan pembuatan benteng di daerah Tangerang tidak diragukan lagi untuk dua alasan : yang pertama, agar Portugis dapat menahan kapal yang berlayar dari Demak, dan yang kedua untuk menahan agar armada Portugis yang sangat kuat pada saat itu, tidak terlalu dekat dengan kota Banten. Aplikasi dari perjanjian ini adalah adanya kesepakatan kekuasaan yang tak terbatas bagi Portugis. Lima tahun yang panjang berlalu, sebelum akhirnya armada Portugis tiba di pesisir Banten, di bawah pimpinan Francisco de Sá, yang bertanggungjawab akan pembangunan benteng.

Sementara itu, situasi politik telah sangat berubah dan sehingga armada Portugis gagal untuk merapat ke daratan. Seorang ulama yang sekarang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati, penduduk asli Pasai, bagian utara Sumatera setelah tinggal beberapa lama di Mekah dan Demak, pada saat itu telah menetap di Banten Girang, dengan tujuan utama untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Walaupun pada awalnya kedatangannya diterima dengan baik oleh pihak otoriti, akan tetapi Ia tetap meminta Demak mengirimkan pasukan untuk menguasai Banten ketika Ia menilai waktunya tepat. Dan adalah puteranya, Hasanudin, yang memimpin operasi militer di Banten. Islam mengambil alih kekuasaan pada tahun 1527 M bertepatan dengan datangnya armada Portugis. Sadar akan adanya perjanjian antara Portugis dengan penguasa sebelumnya, Islam mencegah siapapun untuk merapat ke Banten. Kelihatannya Kaum Muslim menguasai secara serempak kedua pelabuhan utama Sunda, yaitu Kalapa dan Banten, penguasaan yang tidak lagi dapat ditolak oleh Pakuan.

Sebagaimana telah sebelumnya dilakukan di Jawa Tengah, Kaum Muslim, sekarang merupakan kelas sosial baru, yang memegang kekuasaan politik di Banten, dimana sebelumnya juga telah memegang kekuasaan ekonomi. Putera Sunan Gunung Jati, Hasanudin dinobatkan sebagai Sultan Banten oleh Sultan Demak, yang juga menikahkan adiknya dengan Hasanudin. Dengan itu, sebuah dinasti baru telah terbentuk pada saat yang sama kerajaan yang baru didirikan. Dan Banten dipilih sebagai ibukota Kerajaan baru tersebut.

Comments

83 Responses to “SEJARAH BANTEN (BAGIAN 1)”

  1. vfdcsxn k on March 5th, 2008 4:38 pm

    naha euweuh kerajaan banten whoyyy!!!!aing aya tugas!

  2. didi on March 8th, 2008 1:51 am

    Banten menurut sepengetahuan saya adalah wilayah yang pertama kali didatangi oleh bangsa eropa yaitu abad 15 oleh bangsa Portugis abad ke 16 tepatnya tahun 1602 VOC masuk dan awal dari penjajahan Belanda kesimpulannya Indonesia salah satu wilayah yang menerima moderenisasi dari bangsa eropa adalah Banten dan sekitarnya sudah selayaknya Banten Menjadi Daerah Provinsi yang seharusnya dibentuk sejak kemerdekaan sedangkan banten banyak pula telah melahirkan tokoh nasional dan beberapa pejabat negara saya ingat kalau tidk keliru yang pertama kali menjadi Duta Besar Indonesia berasal dari Banten Alm Didi Jayadiningrat dan adalagi orang terkenal Hesen Jaya diningrat yang kawin dengan keluarga Kesultanan Yogyakarta kalau tidak salah dan mendirikan Perpustakaan di Keraton Yogyakarta…..jadi sebenarnya banyak orang Banten yang cerdas ini tentunya menjadi spirit bagi generasi penerus Wassalam Didi Achmadi

  3. didi on March 8th, 2008 2:00 am

    Sebenarnya setelah membaca sejarah ternyata Banten daerah yang pertama kali menerima Moderenisasi bangsa eropa yaitu abad ke 15 datangnya Bangsa Portugis dan abad ke 16 tepatnya tahun 1602 VOC mendarat di pelabuhan Banten banyak juga orang banten yang Cerdas seperti Prof.Didi Jayadiningrat kalau tidak salah Duta Besar Pertama di Indonesia dan Prof. Hussein Jayadiningrat yang membangun Perpustakaan di Keraton Yogyakarta ..banyak tokoh di Birokrasi Mantan Gub.DKI Suryadi Sudirja hal ini tentunya menjadi semangat Spirit bagi genersi penerus amien

  4. dAs on March 8th, 2008 5:38 pm

    dulu saya dapat cerita dari mulut ke mulut, bahwa Hasanudin sewaktu mau menguasai Banten harus ngadu ayam dulu dgn penguasa Banten yaitu Prabu Pucuk Umun yg msh kerabatnya Kerajaan Sunda, setelah kalah, sang Prabu pun bersama pengikutnya menyingkir ke arah Banten Selatan yg sekarang bernama suku baduy, nah disini harus ada penelitian akan kebenaran crita tsb, tapi jangan coba2 nanya ke masyarakat baduy mengenai cerita tsb krn mereka pasti tdk akan menjawab…..

  5. arum on March 10th, 2008 8:36 am

    Bagaikan mengurai benang kusut. Upaya mengenal Banten melalui sejarah. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia sangat buruk dalam pendokumentasian terbukti sekali.
    Prabu Pucuk Umum yang dikalahkan oleh Sultan Hasanudin apakah ORANG YANG SAMA dengan Raden Ragamantri, putra Prabu Siliwangi, murid Sunan Gunung Jati (yang juga merupakan ayahanda dari Sultan Hasanudin), serta suami dari Ratu Sunyalarang (dari kerajaan Talaga, Sumedang). Penulisan atau tepatnya pemuatan kutipan mengenai Sejarah Banten adalah sebagai bagian dalam upaya penelusuran asal muasal suku Baduy. Bila melihat keberadaan Banten Girang telah ada sejak abad 11-12 Masehi dengan kebudayaan Hindu yang kuat, dan Prabu Pucuk Umum telah memeluk agama Islam, bukankah terbuka kemungkinan yang menjadi asal muasal suku Baduy justru golongan pandita dan pemeluk ajaran Hindu?.
    Hal ini juga masih memerlukan banyak pembuktian. Pengamatan lebih lanjut pada agama Sunda Wiwitan yang dianut oleh masyarakat Suku Baduy mungkin dapat menjadi salah satu pembuka jalan.
    Badan Kajian dan Pelestarian Arsitektur IAI Banten, mengajak rekan rekan sejawat untuk mengenal lebih lanjut Propinsi Banten, di mulai dengan terlebih dahulu mengenal sejarahnya. Segala masukan, saran, dan informasi sangat diharapkan. Dan kami mohon bantuan, dukungan, dan kerjasamanya dalam Ekspedisi Banten yang akan kami laksanakan.

  6. Zaid HAris.AR on March 22nd, 2008 10:17 pm

    hatur nuhun ka Teh Arum Kusumawardhani udah bagi informasi tentang banten,yang Saya ketahui bahwa banten sebuah daerah yang mempunyai perdaban yang asli yang mana dibawah kerajaan Padjajaran(sunda).sehingga terjadi islamisasi dari kerjaan Demak yang bercorak islam tetapi sebagian orang banten asli tidak mau menerima islam sehingga terjadi peta kekuasaan dan akhirnya menyingkir ke daerah selatan yang kemudian disebut suku Baduy,adapun orang menirima Islam yaitu orang-orang yang dibawah komando ki Mas Jong dan makamnya terdapat di daerah Sempu-Serang(Banten girang).

    By:Mahasiswa Banten di Yogyakarta

  7. Engkoy Andi on March 23rd, 2008 4:22 pm

    yang jelas orang yang ngirim komentar di situs IAI ini orang nu peduli ka banten, orang nu selalu ingin tahu tentang sejarah, orang yang ingin selalu mengembangkan kebudyaan daerah khususnya banten, jujur saya adalah masyarakat banten asli yang menempuh ilmu di yogyakarta bisa dikatakan buta akan sejarah banten, untuk itu di era yang high IT ini mari salurkan pengetahuan pengetahuan tentang sejarah kerajaan sehingga sejarah kerajaan banten banten terus diketahui sampai ke cucu-cucu kita..

    By: Wraga Keluarga Banten Yogyakarta

  8. Engkoy Andi on March 23rd, 2008 4:47 pm

    makasih buat teteh arum..
    informasi-informasi dari teteh akan sangan bermanfaat bagi masyarakat luas di banten..

  9. ecal on April 4th, 2008 2:30 pm

    kumaha ieu?????

    sejarahna kurang lengkap…..

    urang aya tugas yeuh…

  10. rere on April 24th, 2008 7:45 pm

    kalo saya tahunya banten itu banyak jawara dan “ilmunya”. Debus..? dari banten khan ?

  11. ebeng on April 26th, 2008 2:35 pm

    hatur nuhun teh arum

    apa bener kisah sangkuriang itu adanya di banten tepat nya di desa sajira rangkasbitung (lebak)

  12. loisssssssssssssssssssss on May 1st, 2008 9:50 am

    nyari sejarah banten di mana??????

  13. tri on May 2nd, 2008 9:29 pm

    nong arum punten, gw n kel besar juga lagi nyusun silsilah keluarga. Jangan2 nong arum & P’Subhi sodaraan…

  14. nico dewanto on May 26th, 2008 8:10 pm

    bagus

  15. depi on June 24th, 2008 12:36 pm

    masih banyak arsitektur kota kuno banten yang belum terungkap, karena kurang banyak peeliti dan perhati seni arsitek banten.

  16. naluritya on June 27th, 2008 9:16 am

    teh,, selaen banten,,ada data tentang kota-kota pantura laen gag?
    kan lumayan erat juga tuh kaitannya dengan demak.

    makasiy y..

  17. adil on July 23rd, 2008 4:26 pm

    saya bangga banget jadi orang bnten. ada yang tau ga tentang sejarah baduy/rawayan. haturnuhun
    100% Bangsa Aink

  18. aan on July 26th, 2008 8:39 pm

    BTW. agar lebih mngenal asal-usul budaya yang beragam di banten dan sejarahnya buku apa yang dapat menjadi rujukan kita, thahks for answer

  19. iiaam on July 27th, 2008 7:35 pm

    aku mau tau sejarah pantai carita dunk . . .

    sejarah kenapa di beri nama pantai carita . .
    pokoknya sejarah tentang pantai carita . . .

    tolong beri balasan ke e-mail ini . .

    trimakasiihh . ..

    di tunggu yaaa . . .

  20. Subhi M on July 30th, 2008 1:22 pm

    Bahela Banten merupakan bagian dari propinsi Jawa Bart, tapi Ayena ngges menjadi propinsi sendiri, jadi sdh menjadi Banten Tulan, oleh karna itu mulai skarang ini sedang manata diri, menggali sumber2 baru, dari segala aspek, sosial budaya, dan sejarah kehidupan, dengan begitu rekan2 semua harap bersabar utk mendapat informasi yg lengkap ttg Banten, tunggu ya! pada episode brikutnya.

    Salam hangat,Wassalam

  21. ZULFADLI on August 3rd, 2008 2:58 am

    banten itu dasar katanya panton ataun banton sebuah kota kecil diaceh utara sekarang kecamatan tanah jambo aye, pada masa itu fatahillah membawa rakyatnya dari panton untuk pindah bertani dan berdagang kedaerah tersebut

  22. ZULFADLI on August 3rd, 2008 3:14 am

    lihat saja dari seni debusnya sama seperti debus aceh, alat penumbuk padi sama seperti digunakan orang aceh JINGKI(alat penumbuk padi/beras), kalau tidak percaya datang saj ke aceh utara tepatnya dipinggir jalan Medan_banda aceh,ada sebuah kuburan orang tua fatahillah yaitu tgk,syarif.jadi banten itu asal katanya panton atau banto,karena logat orang sunda berubah menjadi banten atau banton,sekian dulu,wassalam zulfadli kawom(ketua jaringan komunitas masyarakat dat pase)

  23. ipung on August 4th, 2008 3:34 am

    lam knel bwt temen2 smua…
    btw ada yang punya peta banten g/
    tloooooong dong kule ngende versi jpg nya,,
    atur nuhun kangge sadayana..
    mdh2an amal ibadahnya sllu di tambah gusti allah.. amin…
    eigh…
    ada yang ketinggaan
    sy mengucpknbanyak terimakasih ma temen2 yang udah ngasih info tlg di kirim ke e-mail sy dhen_2bagus@yahoo.com
    sx lg makasih bgt,,,,
    do BANTEN

  24. E.Buana/dayajati on August 23rd, 2008 3:26 pm

    Dear all,
    sy bangga jadi cucu/turunan padjajaran…sy punya pengalaman yang tidak bs dilupakan seumur hidup sy…sewaktu sy mukim di kulon/banten kira- tahun 1997….2000 menjelang 2001 hijrah dari bks..intinya bertemu dengan buyut-2 asli masih hidup dan mungkin umurnya sudah ratusan taon(dan tidak semua orang bs bertemu) sy disana tahu dan ikut bertemu bersama mereka ttg KEMBALINYA BANTEN JADI PROVINSI seperti skg dan daysyatnya lagi sy kikasih tahu leluhur/buyut sy BANTEN akan ada BENCANA BESAR…dan bener pesennya : “BANTEN gak bs dimasuku org dari luar dan org BANTEN gak bs keluar” BENER sewaktu BANJIR BANDANG AIR SUNGAI CIRUAS NAIK MENENGGELAMKAN JALAN TOL JKT_MERAK ini salah satu keanehan…thanks U

  25. Pangeran Erin Rismawan AlBantani on August 25th, 2008 11:18 pm

    Article2 dah bagus,,,cuma kl lengkapnya n sempurnanya kayknya kurang….Setau saya Buku sejarah tentang Banten Yang dapat di percaya tu cuma ada dua
    yang pertama BABAD BAnten Versi Belanda dan yang kedua BABAD BAnten 1 Versi Orang Banten sendiri…dan buku BABAD BAnten Yang asli di bagian halaman belakangnya ada SILSILAH Kekeluargaan dan PETA Peninggalan….dan setahu saya juga sampe sekarang BARANG2 artefak2 kuno yang diperoleh dari daerah sekitar BANTEN tu smuana di bawa ke JAKARTA makanya saya kurang senang dengan kesemena-mena an JAKARTA…padahal setau saya yang namanya JAKARTA tu cuma BATAVIA selain itu masih daerah kekuasaan BANTEN…contohnya tahun berapa saya lupa di daerah TIRTAYASA didapatkan SAMURAI asli peninggalan jepang yang diakui oleh jepang sendiri bahwa samurai jepang tertinggal 3 buah di daerah BANTEN waktu tu ketika tentara jepang semuana di tarik ke jakarta tapi di tengah jalan di serang oleh rakyat BANTEN dikenal lah dengan peristiwa GEGER CILEGON…tolong artefak2 ato barang2 yang didapat dari daerah BANTEN yang sekarang di JAKARTA diurus supaya dikembalikan Ke museum daerah ASAL agar supaya daerah BANTEN TIdak kehilangan jati dirinya sebagai salah satu kota sejarah.makasih

  26. Mas Arul on September 19th, 2008 9:18 am

    Gue Bangga jd orang BANTEN, apalagi sbg anak cucunya MAS DJONG(wong Banten tulen) dari Banten Girang..

    Salam buat MAS dan NYIMAS keturunan MAS DJONG dimanapun anda berada..

  27. riezz on September 19th, 2008 9:22 am

    Zulfadli so tau!!!!!

  28. lucky on September 20th, 2008 1:55 pm

    minta data silsilah dari sultan hasanudin ampe kebawah…mksh

    ditunggu…

    wayang_a@yahoo.co.id
    mksh

  29. visnu on October 19th, 2008 2:14 pm

    hidup kopassus!!!!

  30. minta silsilah kerajaan banten dunk on October 28th, 2008 11:44 pm

    woi ada yang punya silsilah kerjaan banten ga??
    aneminta dunk…klo ada tolong kirimin ke alamt email aq iiaa….
    kiki_road@yahoo.co.id
    klo ga lengkap jg gpp ko…yang penting ada dalam format jpg…tulung iiaa akang & teteh…

  31. tania on October 29th, 2008 12:44 pm

    kirimin naskah drama tentang kerajaan Banten ada tughas nikh!!!

  32. R widia on October 31st, 2008 11:43 pm

    thanks aja dech informasinya tentang banten, meski aku bkn kelahiran Serang-Banten tp aku dah besar di Banten dan cinta mati dech ma Banten alias aku bangga jd warga banten. makanya aku cari tau tentang banten di sini. apa lg aku skrg sdg dinas di kalimantan jd tambah kangen aja ma banten. apa lg sama bahasanya yg khas, ky gini neh… aje ngaku wong banten lamun durung….ya gitu deh. so salam buat semua warga banten ya dr aku…

  33. saaapi on November 8th, 2008 5:40 am

    mantap

  34. saaapi on November 8th, 2008 5:42 am

    mantep euy
    itu foto dari ngedit bukan?

  35. Tom on November 10th, 2008 8:56 pm

    assalamualaikum…nuhun..saya tomi, sy tidak asli urang banten, sy percampuran, tapi nenek saya urang banten, dan menyandang gelar permas / mas/ nyimas,saya mohon bantuannya untuk informasi ttg literature silsilah keturunan dr mas jong&agus tju..saya ingin cari asal muasal gelar permas / mas / nyimas nenek saya..saya hanya mengetahuinya bahwa mas jong&agus tju adalah seorang panglima perang dr suku baduy atau panglima perang kerajaan pasundan yang diislamkan oleh sunan gunung jati & maulana hasanuddin ( anak dr sunan gunung jati ) konon katanya mereka adalah kembar atau kakak beradik ?? & mereka bukan berasal dari tanah banten, konon katanya dari china atau Mongol, saya mendapatkan informasi awal ini dari teman saya yg merupakan masih memiliki hubungan kekerabatan & keturunan langsung dr sultan2 di kesultanan banten..mohon maaf apabila info ini keliru..mohon bantuan nya untuk membantu saya mendapatkan informasi ttg literature silsilah mas jong & agu tju untuk mengetahui asal gelar permas / mas / nyimas nenek saya..terima kasih..wassalam…

  36. ndra sing serang on November 20th, 2008 8:57 pm

    Keraton Surosowan ngerupaken pusat kerajaan Banten sing maju saking abad XVI-XVIII masehi. Ing melakune sejarahe, kerajaan Banten ngalami pasang surut, mekoten uga keratone, sing sepisan - pisan ancur terus dibangun malih. Keraton iki kawit dibangun saking masa Sultan Hasanuddin (1552-1570), nanging seteruse ancur lan dibangun malih sareng Sultan Haji tahun 1680-1681. Saking tahun 1808, keraton iki ngalami keancuran malih sareng Belanda. Saking waktos iku, keraton Surosowan tinggal puinge saos.

    Penelitian ngerupa ekskavasi lan observasi sing dilakoni ing situs Keraton Surosowan, sampun ngasilaken kesimpulan. Keraton Surosowan milet pola keraton - keraton Jawa, sing umume ngadep lor. Tata letak bangunan uga milet saking aturan, sing pundi nyangkin ing kidul, wenten bangunan - bangunan sing nyangkin penting utawa pribadi.

  37. ndra sing serang on November 20th, 2008 8:59 pm
  38. Na on November 21st, 2008 7:57 pm

    haturnuhun informasina tapi aya nu kurang…
    abdi butuh asal mula nami banten jeung serang yeuh..?keur tugas…

  39. Lukman on November 22nd, 2008 8:38 pm

    Perlu kajian yg mendalam tentang sejarah Banten sebagai Kerajaan besar Nusantara yang selama ini sangat gelap agar dapat dijadikan Spirit bagi masyarakat nya saat ini dalam kehidupan yang sejahtera

  40. AM Ermayadhi Acyhani on November 23rd, 2008 3:38 pm

    Aing geh bisa…
    orang mengenalnya “Jawara Banten” itu dgn ukuran Otot tapi sebetulnya itu hanya kiasan saja. Saya Bangga dengan jadi orang Banten karena Ayahku juga seorang jawara…”Jawara Pendidikan”. Pada th 1980 pertamakalinya seorang guru teladan untuk tingkat Nasional datang dari Banten tepatnya dari Rangkas Bitung. Semonga dulur-dulur Aing banyak yang jadi Jawara “bukan Otot” tapi Jawara Otak supaya tidak dijajah oleh penjajahan berdimensi baru.

  41. amel... on November 25th, 2008 3:38 pm

    temen2 numpang gabung ngisi comment ya…
    mo nanya nih?btw, Kyai Mansyur yg sekarang makamnya di Cikadueun itu sapa c?ada yg bilang klo itu mash krabat Hasanuddin, tp ada juga yg bilg klo dia itu sbenernya Sultan Haji, yg notabene mnurutq dialah sbenernya pnyebab utama khancuran kesultanan Banten (ada yg ga setuju?).tolong djawab ya…

  42. amel... on November 25th, 2008 3:43 pm

    nambah lg ya…Sbenernya aku kcewa lho..ko bisa c citra Jawara sekarang jadi negatif?
    Sbenernya kan berdasarkan dari buku yg pernah qbaca, kalo orang yang disebut JAwara itu sbenernya orang yang punya ilmu beladiri yang tangguh and dia ikut ngebela BAnten dari penjajah.menurut kalian gmn?

  43. AM Ermayadhi Acyhani on November 29th, 2008 11:32 am

    kiyai mansurudin cikadueun kalo menurut cerita dari orang tua seeh, putranya Prabu Siliwangi yang bernama Prabu Kiansantang dan menuntut ilmu sampai tanah arab, sekembalinya belajar dari sana bergabung dengan kesultanan Banten dan bernama dengan nama Syiekh Maulana Mansurudin Cikadueun.

  44. Muzaffar Djamaloeddin on December 1st, 2008 3:22 pm

    apa ada yg tau silsilah kesultanan Banten setelah Sultan M.Rafi’uddin,saya ingin mengetahui keturunan saya,Putri A.Djamaloeddin lahir thn 1880.Setau sy setelah thn 1813 semua keturunan Sultan dan Pangeran Banten semua mencar(meninggalkan)dari kerajaan Banten karena dicari oleh tentera Belanda pada waktu itu.siapa yg msh simpan silsilahnya dapat beritahu sy,terima kasih,karena sy lg mencari jejak keturunan kerajaan Banten.

  45. mis on December 2nd, 2008 6:55 pm

    wih…puguh kita geh wis suwe buka2 internet gelati sejarah banten tapi kayane urung ketemu sing pas masih ana perbedaan antara sejarah karo cerita wong tua

  46. kha uchuld on December 6th, 2008 6:27 pm

    hy,
    lagi da tugas bkin mklah kerajaan banten nieeeeeeeee
    charly,eh salah,
    crinya dmn iagh???
    da iank tao gug????klo da,
    krim ke
    ikoeth_girl@yahoo.com
    di antos pisan

  47. Hasanudin wong banten on December 9th, 2008 12:57 am

    permios akang2 te2h dulur sedanten…….
    kule arep tetaken sejarah banten sing kasultanan hasanudin dan keturunan nya…

    mohon te2h akang sing weruh kirim ning email kite yah….
    seedar info kabar burung….
    hidup dan matinya nusantara terletak di wilayah banten….
    kalo ada yang tau juga mengeai ini posting yah…
    thanks…

  48. Muhamad Aliun Abdu Hasan on January 11th, 2009 3:58 pm

    Temen-Temen Sebangsa dan setanah air khususnya wong Banten, Saya ingin bagi-bagi cerita tentang asal muasal Banten dan ingin menggali sejarah dengan temen-temen wong Banten, mudah-mudahan pemikiran dan pengalaman kita, serta riwayat yang diceritakan sesepuh dapat menjadikan kita wong banten mengenal apa itu banten.

    Di Banten abad 10 adalah berdiri pusat pemerintahan ( Di Banten Girang sekarang) Tatar Sunda dengan wilayahnya se-Jawa Barat.

    Asal mula kata Banten adalah “ngabantah → bantahan (orang-orang yang selalu membantah dalam arti tetap pada pendirian/tidak mau kalah)→ bantam (sebutan orang Belanda) → banten (sebutan kerajaan islam sampai sekarang)”.

    “Ngabantah” disini terjadi karena Kerajaan Tatar Sunda (Banten) Tidak mau (ngabantah) dikuasi kembali oleh Kerajaan Sriwijaya pada awal abad ke 11. Dalam pengungsian di Pegunungan Selatan ( Daerah Cicatih Sukabumi) Jaya Bupati (Raja Tatar Sunda) berniat mendirikan kembali kerajaan dan dengan dukungan Airlangga berhasil mendirikan kerajaan (Pakuan Pajajaran di Tasikmalaya) sehingga diberi gelar “Raja Maha Raja Sri Jaya Bupati Jaya Mawehan Wisnu Murti Sama Marija Wirokrama Tungga Dewa”. Dibuktikan dengan prasasti di Derah Cibadak Sukabumi.

    Pada Masa Pakuan Pajajaran ditangan Hyang Niskala Wastukencana (anak Jaya Bupati), Pakuan Pajajaran abad 12 mendapat tekanan dari Sriwijaya (Prabu Balaputra Dewa) agar menjadi sebuah Pemerintahan dibawah Kekuasaan Sriwijaya, Karena Tidak Mau (ngabantah) akhirnya Pusat Pemerintahan di alihkan ke Daerah Kawali dengan Nama Kerajaan Surawisesa.

    Selanjutnya Nti Diterusin Lagi sampai dengan Banten Jaman Islam, Soalnya Aku da Perlu Mao Mandi ….

  49. Muhamad Aliun Abdu Hasan on January 11th, 2009 4:06 pm
  50. ova on January 28th, 2009 7:15 pm

    bade naros yeeeuh..!!??upami nami benteng kerajaan banten teh naon nyah????!!!!!

    sareng silsilahna putra2 keturunan sultan hasanudin theaaa!!!!!?????

    abdi seeur tugas!!!!!!!!

  51. irfan prasetia on February 1st, 2009 12:44 am

    hatur nuhun ka infoermasi anu tos di tampilkeun di ieu situs…
    abdi salaku katurunan banten atoh pisan,kumargi abdi tiasa terang silsilah jeung asal muasal karuhun abdi….mugi2 anu ngaluarkeun ieu kengeng barokah ti allah swt sareung safaat ti para karuhun banten sadayana…

    mugi2 kapayuna tiasa langkung kumplit deui…

    salam baktos we ka sadayana katurunan banten…

  52. Budi Wianrno on February 4th, 2009 4:27 pm

    Islam datang tanpa kekerasan, cukup adu kesaktian Penggedenya (Pimpinannya) saja. Kalah sakti Penggedenya mengakui keunggulan Islam, lalu masuk Islam yang diikuti para pengikutnya, jadilah seluruh Nusantara menjadi mayoritas Islam. dan para pemuka agama lama atau para penasehat kerajaannya biasanya terbelah jadi dua. Ada yang masuk Islam dan ada yang yang mempertahankan keyakinan lamanya. Dan ini tetap dihormati oleh Pemimpin yang telah Islam. Tidak ada paksaan dalam Islam. Mereka menyingkir dan mempertahankan keyakinan lamanya dan tidak dikejar-kejar sebagai minoritas. Di Kerajaan Hindu Majapahit ada Suku Tengger di Kerjaan Hindu Pajajaran ada Suku Badui. Islam itu indah dan rahmat bagi seluruh alam.

  53. Ahmad Rozik on February 9th, 2009 9:01 am

    Banten, adalah miniatur islam n merupakan museum hidupnya islam. ngomong2 soal sejarah banten tidak terlepas dari peranan islam pada waktu itu. yaitu dengan dinobatkannya sultan Hasanuddin sebagai raja pertama kerajaan Banten, putra salah satu wali, sunan gunung jati di samudera pasai. suatu kehormatan bagi kita semua orang banten dengan diadakannya MTQ di banten 2008.

    aku bangga jadi orang banten coz gak semua daerah punya background sejarah yang begitu berpengaruh di Indonesia ini, walaupun pengaruhnya tak sebesar kerajaan karajaan yang lain. tapi tanpa itu semua kita urang Banten or Wong Banten, akan habis termakan zaman mungkin. bisa aja daerah banten jadi daerah Sunda Kelapa. tapi berkat islamlah eksistensi banten masih utuh. wallahu `alam…
    By. Abu Kahfi Al-Kamsani (siswa SMA Al-Kautsar Karang Kitri Curug Serang BANTEN)

  54. goegoen on February 9th, 2009 9:25 am

    banten adl kota yg begitu indah akan suasana islaminya . . .apa lagi didaerah serang sangat kental akan suasana spiritualismenya .tapi sayang kota banten kurang terlalu berkebang karna mungkin uang - uang terlalu banyak dijadikan miliQnya sendiri . . .marilah kita bersama- sama membangun Banten . . .kita tunjukan kepada masarakat laen di daerah pulau jawa bahwa kita bisa lebih dari mereka semua . . .hidup Banten . . .!!by;Mr_wull

  55. buzY...girLz on February 23rd, 2009 8:30 pm

    Ada sesiapa di blog ini tahu bagaimana nak dpt maklumat/web address ttg sejarah form 1….pLz…

  56. wawan ciujung on February 26th, 2009 12:23 pm

    hidup banten….
    ternyata kita kolot… , terpinggirkan, dan tentunya masih akeeh sing bodo ….

  57. reffrajaya on March 3rd, 2009 3:13 pm

    …bilih aya akang / teteh anu milari silsilah turunan ti Kangjeng Sultan Hasanuddin Maulana Mansjur, di sim kuring aya….manawi urang janten duduluran sa turunan…,salam reffrajaya@yahoo.co.id

  58. karebet on March 13th, 2009 10:08 pm

    Membaca sejarah banten membuat saya seolah dibawa kemasa dimana banten sebagai sebuah peradaban yang lebih beradab dari daerah manapun, yang mempunyai pemkiran maju serta ketidakinginan berada di tangah penjajah.

    Bagaimanapun, sejarah banten adalah sesuatu hal yan kompleks dan tercecer runtutannya. Tidak ada yang tahu pasti dengan sejarah sebenarnya.Entah karena memang disengaja atau tidak, tapi justru banten yang mempunyai perjalanan panjang sejarah yang cukup rumit dan unik, harunya mmeiliki catatan itu.Tapi mengapa sampai sekarang catatan sejarah itu malah dibawa lari (kabur) oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan pemerintah dan disimpan begitu saja.Ada apa gerangan dengan sejarah rakyat banten?

  59. atmonadi on March 23rd, 2009 11:39 am

    Saya baru saja membaca buku Sejarah banten yang baru diterbitkan kembali oleh KPG. Penulisnya Claude Guillot, dkk yang diterbitkan oleh Gramedia. Setelah membacanya, saya rasa ada satu sejarah pokok yang hilang atau bahkan tak pernah di sebut dan ditulis dalam sejarah secara formal kecuali baru2 ini saja. Yaitu peristiwa Rakata 535 M , 1680 M, dan 1883 M.

    Kebanyakan tulisan di buku Sejarah Banten, yang konon menurut orang Inggris kemudian dijadikan nama kosa kata Inggris Bantam (seekor ayam kate), tersebut benar-benar masih perlu digali kembali karena sama sekali tidak menyinggung Peristiwa Besar tersebut.

    Terutama ketika dikaitkan dengan serangan Demak Ke Malaka dan kegagalan Portugis menerapkan perjanjian Sunda karena keburu diserbu Gunung Jati.

    Ada kemungkinan kemusnahan Banten Girang erat kaitannya dengan momen peristiwa besar semisal gempa Aceh seperti yang terjadi tahun 2004 yang lalu dan letusan Rakata. Kedua peristiwa tersebut kemungkinan membuka Selat Malaka sebagai jalur perdagangan. Hanya saja, taksiran tahunnya musti dimulai sekitar tahun 1505 M.

    Selain itu, buku yang baru saja saya baca tersebut sama sekali tidak menyinggung prasasti2 Sunda yang menandai peralihan tahun seperti penyerahan Sunda kembali (dari siapa ke siapa masih belum jelas betul) yang ditandai tahun 536 M dan penanda prsasati tahun 1455 Saka atau 1533 M yang juga tertulis di prasasti Sunda dan erat kaitannya dengan runtuhnya kekuasaan Banten Girang karena diserbu Gunung Jati di masa Pati Ukur dari Demak mau menyerbu Malaka.

    Perlu dikaji lebih jauh fase sejarah Banten 1505 sampai 1540 M karena saya menengarai adanya pemotongan sejarah Banten dalam Periode 1000-1540 M yang erat kaitannya dengan berdirinya Jakerta, Karawang dan Cirebon pasca runtuhnya Demak setelah gagal mengusir Portugis.

    Ada beberapa tulisan saya yang masih bersifat teoritis spekulatif tentang Rahasia Sejarah Sunda ketika tanda tahunnya ditafsirkan ulang. Silahkan di simak di Blog saya yang berjudul “Dechipering Prasasti Sunda/Nusantara”.

    Thanks

  60. yanri on March 26th, 2009 3:42 pm

    ada yang punya data pendidikan kab.serang tahun 1942-1945 butuh banget neh!
    kalo da tolong ya kirim ke alamat e-mail saya
    dwey_strong@yahoo.com
    secepatnya yah! makasih

  61. ismail on March 29th, 2009 10:29 pm

    banten sekarang dikuasi ama dinasti H. khasan. jawarana banten..

  62. iie on April 1st, 2009 11:26 am

    salam…
    sukses buat rakyat Banten…
    setiap orang biasanya bangga dengan tanah kelahirannya, tapi yang saya lihat di sini, sekarang rakyat Banten, khususnya para remajanya udah ga bangga lagi, di lihat dari kebudayaan Banten yang semakin pudar. Dilihat dari segi bahasa, banyak para anak muda Banten tidak mengerti atau bahkan tidak tahu bahasa daerah kelahirannya sendiri…
    tapi walaupun begitu, saya yakin masih banyak pemuda Banten yang menjunjung tinggi nama Banten…
    cia you Banteners..

  63. yopie on April 2nd, 2009 9:07 pm

    kumaha,,
    lur sejarah na kurang lengkap euy,,
    urang aya tugas yeh

  64. yopie on April 2nd, 2009 9:10 pm

    euy,,
    dulur kurang lengkap yeuh,,
    sejarah na,,
    urang aya tugas yeuh,,,

  65. yopie on April 2nd, 2009 9:14 pm

    masalah na teh urang aya tugas sosiologi urang kul d palembang jadi urang teu bisa balik kumaha lur,,
    tambah deui donk yeh sejarah penting yeh tugas masalahna,,,
    thnx,,,

  66. yopie on April 2nd, 2009 9:17 pm

    lamun aya informasi qrim k email urang nya,,
    (yoppyevo@gmail.com) lamun teu email nu hijina
    yoppy.anggi@yahoo.co.id
    tolong lur,,
    matur nuhun k sadayana,,
    moga banten tetap indah,,,

  67. mayalpg on April 2nd, 2009 10:40 pm

    Banten adalah negeri yang sangat kaya sumber sejarah dan memiliki kekhasan karena berada di dua tradisi utama nusantara, yaitu tradisi kerajaan jawa, dan tradisi perdagangan melayu. Kerajaan ini tidak hanya menulis sejarahnya sendiri, tetapi juga meransang banyak tulisan dari pengunjung2 asing. Alhasil rekonstruksi atas masyarakat, kebudayaan dan mentalitas dinegeri lebih baik daripada dinegeri-negri lain di nusantara.

    Bangkitlah generasi muda banten, sayangilah sejarahmu, budayamu dan kepahlawanan pendahulumu….., dr saudaramu yang menyangi banten.

  68. Henry ( Rnz-Henz) on April 10th, 2009 10:52 pm

    serjaraH~ Kurang lengkap ………

    tetapi tetap menyenangkan ..untuk di baca…

  69. chasan sochib on April 12th, 2009 7:10 am

    banten boga aing, kuari geus diwariskan ka anak (atut, wawan, tatu, lilis, jaman), minantu jeung incu aing nu kasep (andika).

  70. izz vizjl on April 19th, 2009 3:12 pm

    asal usul kturunan banten trnyata dari kturunan YAHUDI MESIR ini di buktikan sjarah dan teori “khaled khan younes”yahudi mesir hijrah krn tak tahan lagi di tindas oleh raja firaun,rute mreka dari mesir-yaman-pakistan-india dan mreka mmbuat prkampungan di mumbai coz “mumbai” artinya istirahat sjenak-thailand-malaysia-jawa/banten.banten sbenarnya brasal dr kata BANKYO/KOTA BANZAI/trakhir ini dikarenakan alam banten yg sama dgn israel yg tak trlalu bnyak gunung dan gersang,mreka mmbuat pradaban yg hmpir sama dengan pradaban israel sprti bukit hakure/bukit zion,krajaan salim/krajaan solomon/suliman.bukti yg paling akurat adalh kbanyakan suku BANTEN ADALAH AHLI KITAB SAMA SPERTI KAUM YAHUDI YG AHLI KITAB.

  71. eanktea on April 24th, 2009 8:58 pm

    Maaf yeu ka sadayana bade naros, ari Baduy teh lain urang asli banten kitu?
    mohon di bahas juga eta asal-usul baduy nuhun…

  72. bonang purbaya on April 25th, 2009 5:17 pm

    salam budaya, punten mau nanya. apakah cerita sangkuriang memang ada di banten? sudah ada belum pendokumentasiannya (tertulis)? oh ya, komunitas kami (teater kainhitam gesbica iain banten) seminggu yg lalu tlah memntaskan “legenda Pandeglang”, adaptasi dari cerita rakyat banten “Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari” karya Zaenal M. alhamdulilah responnya baik…
    sekarang saya sdng kukerta di Ds. Kubang Baros kec. Cinangka. menurut masyarakat stmpat bahwa cerita sangkuriang berasal dari tempat ini.

  73. sr on April 29th, 2009 4:55 pm

    yang pasti-mah salutttttttttttttttttt
    kalau pun sejarah tak pernah ada yang utuh
    moga tuhan membalas dengan yang setimpal. amiiin

  74. amelia on May 6th, 2009 4:45 pm

    cari.N siL-silah kerajaaN banten donk,,
    ap ini jaLan.a?? apa sekarng?? menghidupkan kembaLI oboR kehidupaN yang peRnah mati??? kL memang benaR,, peRkiraaN saya gx salah,,

  75. illing on May 8th, 2009 5:20 pm

    buku tentang kesenian banten kayaknya jarang ditemuin?trus gimana kalu mau nyari bukunya tentang kesenian di Banten

  76. eni on May 29th, 2009 4:12 pm

    banten adalah provinsi baru pemekaran dari JABAR. dimana sejarah banten mulai digali. banten sebuah daerah yang pertama kali mendirikan kerajaan di nusantara ini yaitu kerajaaan salakanagara. dimana untuk membuktikan itu kerajaan pertama di nusantara masih mjd problematika para sejarawan. banten adalah daerah yang pertama kali memperoleh modernisasi oleh portugis, sedang islamisasi dibawa oleh kerajaan demak. sedang oarang sunda asli sprt baduy melarikan diri, masih teguh untuk memeluk ajaran sunda wiwitan.

  77. henry on May 30th, 2009 2:31 pm

    sy terharu dengan sejarah banten…
    dulu banten adalah pelabuhan yang paling ramai di tanah dwipa… tapi sekarang tinggal kenangan

  78. agus setia permana on June 8th, 2009 10:31 am

    Informasi ini sangat bagus dan bisa menjadi pengetahuan sejarah Banten. Memang saat ini para peminat sejarah masih banyak yg melihat sejarah Banten pasca Islam dan memisahkan dgn sejarah Jawa Barat pada umumnya. Mudah 2 an sejarah awal Banten bisa terus ditelusuri.

    Hatur Nuhun.

  79. Aa Ghun Al-Bantany on June 8th, 2009 8:15 pm

    I Luph Banten….

    aku tidak akan meninggalkan tanah bantenku….

    aku lahir di banten dan aku ingin jasadku dimakamkan di tanah ini…..

  80. rohanah on June 18th, 2009 10:39 am

    ass… woiiii wong banten, tolong dong kirim k email saya tentang silsilah krajaan banten

  81. pras farisi on June 26th, 2009 12:52 am

    Ass..Sejarah Banten Bag.2 kapan ya tampilnya teteh/mbak/kak Arum? Dah gak sabar nih.. Moga2 bisa lebih detail lagi, kalo bisa fokus pada satu ’sub sejarah’ saja, misal tentang sejarah asal Baduy, atau keluarga Raja Kesultanan Banten (dari Sunan Gunung Jati yang berkedudukan di Ceribon dan anaknya Mualana Hasanudin sampai bisa memegang tatah di Banten. Siapa elite yang ada di Banten sendiri pada waktu itu? Sampai pada kesulatanan Banten terakhir, kalo tidak salah di bawah Kesultanan Ali Haji); atau silsilah kerajaan Banten sadulur dan sakabehna. Kalo boleh usul nih (moga2 gak asal) tentang penjajah di Banten seperti Portugis, Belanda, Inggris yang ingin menguasai perdagangan hanya sebagai sisipan cerita saja untuk menunjukan kurun waktu atau tahun peristiwa terjadi. Sebab soal penjajah di Banten sudah sering ditulis di mana-mana termasuk dalam pelajaran sekolah dasar, pengulangan saja. Tak pernah ada peristiwa yang terjadi seputar Kesultanan dan intrik di tengah ‘pergantian kekuasaan’ (apa memang tidak ada intrik2 jaman itu), termasuk cerita masyarakat Banten yang menyebutkan peristiwa ‘Sangkuriang’ konon terjadi di sebuah desa di Banten Girang tak pernah terang kebenarannya meski pun dogeng. Semoga Sejarah Banten episode 2 lebih menarik meski penulisnya samasekali tak mendapat apa-apa alias honor. Namun pahala adalah ganjaran yang terselubung di balik niat dan kerja yang bermanfaat bagi banyak orang seperti teteh/mbak/kak Arum lakukan jelas layak mendapatkannya.

  82. ratu fatonah on June 26th, 2009 3:47 pm

    memang kraton sudah tiada,tapi saya bangga,karena itulah lambang perjuangan heroik sultan banten,yang tak sudi tunduk. lebih baik kraton hancur,daripada tunduk pada si kafir.
    Saya sebagai penerus generasi banten bangga pada leluhur kami…(Kel. Tubagus Fatahillah bn Tb Jufri)

  83. roeli on June 27th, 2009 3:37 pm

    seharusnya lebih banyak foto sejarahnya oce…..!

Leave a Reply







Diskusikan artikel ini di Forum Desain