The Darkest Side of the Brightest Man (PART 2)
Posted on June 20, 2007 by Ira Sophia
Filed Under Self Reflection | 2,290 views
Previously: …Perhatikan salah satu karya Leonardo yang paling revolusioner : The Adoration of The Magi. Sekelompok pesan berkode dan teknik-teknik misterius. Walau secara seni, lukisan ini 5 abad lebih awal dari masanya, secara metafor, lukisan ini mengandung kemisteriusan dan makna yang mungkin tdak akan bisa kita mengerti…
Bagai dalam mimpi buruk, karakter-karakter aneh berada di garis tipis yang memisahkan kehidupan dan kematian. Tangga yang terpotong entah menuju kemana. Bentuk yang tidak selesai, hantu, kuda berlarian, dan bayi Yesus di tengah lukisan. Beberapa tersenyum, tapi yang lain terlihat sibuk, serius, seakan-akan kejadian disini meragukan, bukan merupakan kejadian-kejadian yang gaib maupun agung. Istana raja tampak beraba dalam keadaan yang sangat bimbang.
Natal dihubungkan dengan pemberitahuan dari malaikat dan kegembiraan karena kelahiran Yesus. Namun Leonardo menggambarkan suasana yang terkejut dan orang-orang yang resah. Apa yang sebenarnya terjadi dalam versi pemujaan para Raja di hadapan Yesus ini?
Raja-raja tidak digambarkan seperti biasanya, tapi lebih menyerupai orang tua yang ketakutan. Pengunjung lain palungan merupakan makhluk yang berada di antara hidup dan mati. Walaupun lukisan ini meluapkan imam kepercayaan, keraguan dan ketidakpastian juga hadir dalam lukisan ini, seperti pisau yang membuat segalanya menjadi tegang. Terdapat perasaan bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi sebentar lagi. Karakternya dibutakan oleh cahaya terang di mana tak ada tempat kehidupan. Tidak ada sesuatu yang tradisional. Wajah para raja bukannya gembira, tapi terlihat menderita dan sangat memohon. Dan pusat lukisan ini, bayi Yesus, tampak suram dan tenang, hampir seperti orang dewasa. Tidak mudah menemukan kegembiraan yang harusnya bisa diharapkan dalam kejadian ini.
The Adoration of The Magi adalah salah satu lukisan teraneh dari seluruh hasil karya Leonard. Selama bertahun-tahun, lukisan ini dianggap belum selesai. Kini kita tahu, pada saat pembuatannya, Leonardo menggunakan teknik yang tidak bisa dimengerti oleh para seniman atau kritikus dari zamannya sendiri. Banyak yang menyebut karya ini tak selesai tanpa mencoba mengerti arti kiasan dari keberadaan para tokoh lukisan ini. Apa yang Leonardo ungkapkan melalui orang-orang tua yang begitu memohon ini, yang tampaknya lebih dekat dengan neraka daripada dunia? Apa yang Leonardo ungkapkan dengan menggunakan ekspresi misterius yang membuat sebuah kejadian biasa menjadi begitu membingungkan? The Adoration of The Magi dipenuhi dengan tanda-tanda misterius, seperti yang dikatakan oleh para alkimia hanya bisa ditemukan oleh mereka yang memiliki mata untuk melihat. Mari lakukan apa yang dilakukan alkimia. Mari perhatikan dengan mata yang melihat.
Dalam karyanya, Leonardo memberikan latar belakang yang dipenuhi dengan simbol-simbol dramatis. Setelah analisa mendalam, jelaslah bahwa simbol-simbol ini mendukung teori yang mengenai pengetahuan sang seniman dan penggunaan alkimia. Walau gereja sudah membasmi alkimia sekitar tahun 1300, praktek alkimia masih berlanjut dalam kelompok-kelompok pemberontak yang berlainan, termasuk dalam sekte yang percaya bahwa Yohanes Pembaptis adalah mesias yang sesungguhnya. Jika dipelajari secara hati-hati, seluruh hasil karya Leonardo tampak menentang Yesus dan mendukung Yohanes Pembaptis. Pertama, adanya pohon ”karob” yang besar, pohon yang sangat dikaitkan dengan Yohanes Pembaptis, di mana Alkitab mengatakan ”memakan buahnya dengan madu”. Anehnya, sementara mereka yang di dekat Yesus tampak menderita dan takut, mereka yang disekeliling pohon Karob tampak tersenyum dan bahagia. Elemen penting alkimia juga muncul dalam kanvas misterius ini. Tiga orang majus membawa mur dan kemenyan. Tapi tidak ada emas di antara hadiah-hadiah yang dipersembahkan bagi Yesus. Emas, ini merupakan tujuan utama para alkimia, simbol perjalanan spiritual. Selain itu, pencerminan hidup dan mati yang dilukiskan dengan tokoh yang tidak selesai, cahaya dan bayangan, melambangkan batas akhir yang hendak dicapai para alkimia : Hidup Abadi.
Dalam lukisan ini, Leonardo Da Vinci, si penjelajah batasan, tampaknya telah menemukan kesulitan.
Dimanakan tepatnya batasan antara kehidupan dan kematian? Apa yang terdapat disana? Apakah arti kematian bagi Leonardo? Sebuah dunia paralel? Sebuah evolusi kosmis? Atau hanya pembebasan dan pelepasan dari tubuh yang tidak sempurna?
Gambaran kehidupan dan kematian terperangkap dalam kejadian yang sekilas. Hanya pengamat teliti kehidupan dapat mempelajari kematian dengan cara ini. Seorang pengamat dengan mata ke-3 yang terbuka, bakat seorang seniman, dan rasa ingin tahu seorang alkimia.
“Ketika kukira aku belajar untuk hidup, ternyata aku belajar untuk mati”-Leorando Da Vinci-
…to be continued…
Comments
Leave a Reply


